Saturday, November 30, 2019

Acara Festival Di Berbagai Belahan Dunia


Acara Festival - berdasarkan ensiklopedia umat maya Wikipedia merupakan "pesta besar", atau sebuah acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Atau juga dapat diistilahkan dengan hari atau minggu berbahagia dalam rangka peringatan momen penting atau bersejarah, atau pesta rakyat. Festival berdasarkan I Allasi (dalam Jiunkpe: 1998) merupakan Festival is an event, a social phenomenon, encountered in vitually all human cultures (Festival merupakan suatu momen atau kejadian penting, suatu fenomena sosial yang pada sebenarnya ditemui dalam seluruh kebudayaan manusia).

Satu metode yang pas untuk berupaya mengakrabkan diri dengan pembaca, berpartner dengan brand, dan menonjolkan keberadaan Anda dalam sebuah niche merupakan dengan mengadakan sebuah event secara segera. Sayangnya,kadang hal ini dianggap sebelah mata. Jarang kali mengadakan sebuah event dianggap makan banyak waktu. Anda merasa tak punya waktu untuk merencanakan sebuah event di tengah kegiatan blogging dan posting di media sosial. Penyelenggaraan event juga dianggap terlalu mahal dan beresiko.

Festival berdasarkan berdasarkan   W.J.S.Poerwadarminta merupakan hari atau minggu berbahagia dalam rangka peringatan momen penting dan bersejarah, pesta rakyat. Tetapi Anda nantinya akan beranggapan tidak ada yang lebih bagus dari penyelenggaraan sebuah event untuk menerbitkan brand dan membangun relasi dengan pembaca, sahabat sesama blogger, dan mitra bisnis.
Kedua definisi simpel di atas bisa menjadi pijakan permulaan untuk memetakan wujud-wujud festival di Indonesia. Semenjak permulaan tahun 2017 Spektakel ID mengumpulkan banyak kabar kesibukan seni tradisi yang dikasih judul ‘festival’. Pertanyaan kritis yang timbul yakni; seberapa esensial kata ‘festival’ berfungsi dalam menasbihkan kesibukan hal yang demikian?

Hakekatnya ada banyak sekali versi pengertian promosi yang dikemukakan oleh para pakar pemasaran diseluruh dunia. Namun reviewnya kurang lebih sama, ialah promosi yakni untuk memberitahukan, mengabarkan, menawarkan, membujuk. Atau menyebarluaskan suatu produk atau jasa terhadap calon konsumen, dengan tujuan supaya calon konsumen hal yang demikian pada alhasil bisa menjalankan pembelian.

Aku menemukan fakta menarik dari festival di Indonesia yang aku perhatikan; jarang sekali terjadi program antar tahun penyelenggaraan, sebagai jembatan komunikasi yang runut dan terkelola antara organ festival dengan publik (nya). Sela antar penyelenggaraan tak diwujudkan sebagai momentum transformasi pengetahuan ke publik yang berkelanjutan.

Susahnya menemukan kepastian waktu dan lokasi penyelenggaraan yang lazimnya disebabkan oleh kepastian pendanaan serta keadaan sulit perijinan. Merupakan keadaan sulit klasik di Indonesia apabila sebuah festival susah sekali mempunyai/menerima pendanaan yang sesuai serta berkelanjutan. Terlepas fakta apabila pemerintah kita juga tak mempunyai kerangka pendukungan yang terang, yang juga dapat dikritisi yakni keprofesionalitasan penyelenggara dalam mengelola festival mereka.